Cari Tahu Perbedaan Antara Asuransi Kesehatan VS Proteksi Penyakit Kritis

Cari Tahu Perbedaan Antara Asuransi Kesehatan VS Proteksi Penyakit Kritis

Seiring dengan berjalannya waktu, biaya pengobatan untuk sejumlah penyakit kritis di berbagai layanan fasilitas kesehatan terbilang mWahal. Itulah mengapa Anda perlu menggunakan produk asuransi penyakit kritis demi melindungi kondisi finansial keluarga. Meski sama-sama hadir dalam memberikan biaya pertanggungan untuk masalah kesehatan, tahukah Anda apa yang membedakan antara produk asuransi kesehatan dan proteksi penyakit kritis? Untuk menjawab rasa penasaran Anda, alangkah lebih baiknya menyimak ulasan lengkapnya di bawah ini.

 

Segi fungsi dan manfaat

Jika melihat dari segi fungsinya sendiri, untuk produk proteksi penyakit kritis ini sendiri biasanya memberikan uang pertanggungan atas risiko penyakit kritis yang mengancam jiwa diri pihak tertanggung atau nasabah. Sementara untuk asuransi kesehatan hadir dalam menanggung biaya rawat jalan dan rawat inap atas risiko sakit maupun kecelakaan.

Adapun dari segi manfaatnya berdasarkan situs Cermati, uang pertanggungan pada asuransi kesehatan baru bisa dibayar jika nasabah sudah melakukan rawat jalan atau rawat inap terlebih dahulu. Hal ini jauh berbeda dengan proteksi penyakit kritis yang hanya perlu diagnosis secara lengkap dari dokter saja, maka pihak nasabah sudah bisa memperoleh uang pertanggungan sesuai polis asuransi perjanjian.

 

Masalah masa tunggu dan masa bertahan hidup

Pada umumnya, dalam ketentuan asuransi terdapat masa tunggu atau periode waktu yang harus dilewati sampai dengan manfaat perlindungan bisa mulai digunakan oleh pihak nasabah. Atau dalam hal ini lebih dikenal dengan nama klaim santunan asuransi yang bisa dicairkan oleh pihak nasabah. Untuk asuransi penyakit kritis biasanya ada masa tunggu dan juga masa bertahan hidup sebelum santunan sakit kritis yang diklaim nantinya bisa dicairkan.

Mengenai masalah masa bertahan hidup pada proteksi penyakit kritis disini yang ditentukan oleh masing-masing perusahaan asuransi berbeda. Ada yang mulai dari 30 hari, 14 hari, 7 hari dan lain-lain. Sedangkan untuk masa tunggu yakni ada yang 90 hari, 30 hari dan lain sebagainya. Ini jauh berbeda dengan asuransi kesehatan yang biasanya menetapkan masa tunggu 30 hari sampai dengan 60 hari.

 

Segi besaran premi asuransi

Dikarenakan produk asuransinya dikatakan mencover biaya pengobatan atas penyakit tertentu, maka tidak mengherankan jika untuk besaran premi pada produk proteksi penyakit kritis terbilang lebih mahal jika dibandingkan dengan asuransi kesehatan. Ini wajar lantaran untuk dana santunan yang bisa diterima oleh pihak tertanggung pada produk proteksi penyakit kritis lumayan besar yakni mulai dari ratusan juta hingga miliaran rupiah.

Itulah tadi beberapa perbedaan yang perlu Anda ketahui antara asuransi kesehatan dengan asuransi penyakit kritis sebelum membelinya di pasaran.

Leave a Reply

Your email address will not be published.